Masker Terbaik untuk Cegah Virus Corona

Posted on

Masker Terbaik untuk Cegah Virus Corona – Sebagai salah satu cara mengantisipasi penyebaran pandemi virus corona, ketersediaan masker bedah dan masker N95 yang digunakan tenaga medis menjadi langka, banyak masyarakat yang akhirnya membuat masker sendiri menggunakan bahan kain.

Hal tersebut juga menjadi perhatian oleh dr Erlina Burhan, Sp.Pk(K), M.Sc, pH.D – Dokter Spesialis Paru RS Umum Pusat (RSUP) Persahabatan. Berikut yang dipaparkan langsung oleh dr. Erlina mengenai Masker Terbaik untuk Cegah Virus Corona.

Masker Bedah

masker bedah
masker bedah

Masker beda boleh dipakai oleh masyarakat jika mengalami gejala gangguan pernapasan, seperti batuk, bersin dan merasa nyeri di bagian tenggorokan. Para petugas medis juga boleh menggunakan masker ini ketika mereka berada di tempat pelayanan yang tidak mewajibkan mereka berkontak erat dengan pasien mengidap penyakit menular.

Masker bedah memiliki keunggulan yang bisa membuatmu terhindar dari droplet yang dikeluarkan orang lain, tapi tidak bisa melindungi pemakainya dari partikel bersifat airbone atau aerosol.

Untuk partikel dengan ukuran 0,1 mikron, masker bedah dapat melakukan filtrasi sangat efektif hingga 30-95%. Namun, tetap ada kebocorannya, khusunya di bagian samping karena tidak sepenuhnya menutupi wajah penggunanya.

Dokter Erlina juga memperingatkan untuk tidak memakai masker bedah berulang kali karena masker ini memang hanya sekali pakai. Kapan kita harus mengganti masker bedah? Waktu masker tersebut sudah basah terkena droplet, maka wajib diganti dengan masker bedah baru.

Masker bedah ini bisa digunakan untuk mencegah penyebaran virus Corona karena memiliki lapisan penghalau percikan air liur. Masker bedah memiliki 3 lapisan dengan fungsi yang berbeda-beda, yakni :

  • Lapisan luar anti air.
  • Lapisan tengah untuk filter kuman.
  • Lapisan dalam untuk menyerap air liur atau droplet yang keluar dari mulut penggunanya.

Masker Kain

masker kain
masker kain

Masker kain juga cukup ampuh untuk mencegah penularan virus Corona, tapi penggunanya wajib menjaga jarak 1-2 meter dengan orang lain ketika berada di tempat umum. Sedangkan untuk petugas kesehatan tidak disarankan memakai masker kain. Masker kain ini hanya bisa melindungi diri dari partikel besar, tidak untuk partikel kecil.

Untuk partikel dengan ukuran 3 mikron, masker kain hanya mampu melakukan filtrasi 10-60% saja. Selain itu, masker kain ini juga memiliki tingkat kebocoran tinggi. “Perlindungan dari droplet memang ada, tapi tidak untuk aerosol atau partikel yang airbone (mengapung di udara),” ujar dr Erlina.

Kelelihan masker kain bisa dipakai berkali-kali, tapi dengan syarat dicuci lebih dulu menggunakan detergen dan air hangat yang dapat mematikan virus, termasuk juga virus Corona.

Masker N95

masker n95
masker n95

Masker N95 merupakan yang menutupi seluruh wajah penggunanya dan biasanya dipakai para pekerja di industri yang memiliki risiko tinggi terpapar partikel-partikel berbahaya. Masker N95 bisa melindungi penggunanya dari partikel aerosol, airbone, dan droplet dengan filtrasi partikel berukuran 0,1 mikron sampai 99% tanpa kebocoran.

Untuk anak-anak, Masker N95 ini dianjurkan karena lebih ketat pada wajah dan didesain khusus sesuai mulut orang dewasa. Jika digunakan oleh anak-anak ukurannya kegedean dan tidak bisa melindungi penggunanya secara efektif.

Meski memiliki daya lindung yang tinggi, masker N95 tidak disarankan dipakai untuk berkegiatan sehari-hari karena desainnya yang membuat pemakainya lebih susah bernafas, gerah dan tidak betah jika dipakai dalam waktu cukup lama.

Hal yang juga perlu diperhatikan adalah kita tidak perlu melakukan panic buying dan menimbun masker ketika negara mengalami pandemi seperti saat ini. Dr Erlina mengatakan bahwa masker bedah N95 hanya diperlukan para tenaga medis dan orang-orang sakit saja.

Jika ada masyarakat yang memborongnya, maka masker tidak akan cukup untuk mereka yang menangani virus Corona ini, terutama pada pasien karena pasien wajib pakai masker. Orang yang sakit akan terus-terusan mengikfeksi orang sehat di sekitarnya, dalam kasus ini adalah para tenaga medis. Untuk itu, tenaga medis wajib pakai masker.

Masih banyak cara lain untuk mencegah penyebaran virus Corona, seperti berikut :

  • Isolasi diri di rumah.
  • Jaga jarak 1-2 meter dengan orang lain ketika berada di tempat umum
  • Lakukan etika batuk atau bersin dengan menutup mulut dan hidung menggunakan siku atau telapak tangan supaya cairan yang keluar tidak menyebar.
  • Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

Panduan Menggunakan Masker yang Benar

Masker N95 dan Masker bedah bisa digunakan untuk mencegah penyebaran virus Corona. Namun, manfaat kedua masker tersebut bisa efektif jika digunakan dengan benar. Berikut panduan menggunakan masker yang benar.

  • Cuci tangan lebih dahulu sebelum menggunakan masker.
  • Jika menggunakan masker bedah, pastikan yang berada di luar adalah yang berwarna hijau dan yang bagian dalam berwarna putih.
  • Pasang tali masker secara benar, jika perlu diikat. Utamakan ikat bagian atas dahulu, lalu dilanjutkan bagian bawah.
  • Pastikan masker menutupi mulut, hidung, dan dagu dengan sempurna. Pastikan juga bagian yang ada logamnya berada di bagian batang hidung.
  • Letuk logam dalam masker bedah sesuai bentuk hidung sampai tidak menyisakan lubang.
  • Jangan menyentuh bagian tengah masker ketika mau memakai atau melepasnya.
  • Buang masker ke tempat sampah dan cucu tangan kamu menggunakan sabun sampai bersih setelah membuang masker.

Menggunakan masker untuk mencegah penyebaran virus Corona cukup efektif, apapun jenis maskernya dengan catatan kamu harus mengerti cara memakai masker yang tepat. Selain itu, sering-sering cuci tangan setelah menyentuh sesuatu di tempat umum juga upaya yang baik.

Kamu juga perlu menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan dengan cara lebih banyak mengonsumsi vitamin C, seperti jeruk nipis, terutama jika kamu baru saja pulang dari negara-negara yang terjangkit virus Corona seperti Italia, China, Iran atau Amerika Serikat. Segera temui dokter untuk melakukan pemeriksaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *